Media Sosial

Media sosial ataupun dunia maya kini menjelma bak raksasa yang bisa menghancurkan juga membentuk siapa saja, ada yang berujung di penjara karena kata-kata nya, ada yang berujung dikenal lewat karya nya, ada yang berujung tenggelam karena perbuatannya. Apa saja bisa kita temui di media sosial.


Ya media sosial memang berperan besar di zaman sekarang, orang-orang bisa menggunakannya sebagai media untuk berkenalan dengan siapa saja, mengetahui hobi seseorang melalui post yang di upload, maupun aktivitas mantan yang kini tak lagi berkabar dengan kita.


Media sosial memang bisa menjadi bumerang, ia akan bermanfaat ketika kita menggunakannya dengan baik dan akan menghancurkan kita ketika berlebihan dalam menggunakannya.  


Orang-orang bahkan kini menjadikan media sosial seakan menjadi kehidupan kedua, mereka bisa melakukan dan menjadi siapa saja disana, ada yang selalu memposting kehidupan mewah padahal makan saja masih susah, ada yang pura-pura bersikap bodoh hanya untuk mengejar ketenaran, ada yang berkarya sebaik mungkin namun malah mendapat banyak kritikan yang menghancurkan, ada yang memposting kata kata bijak hanya untuk mengkode orang yang disuka, apa saja bisa ditemukan di media sosial. 


Media sosial bisa berujung kejam ketika orang-orang yang bermain didalamnya berprilaku berlebihan, komentar mengkritik dengan cara mencekik hingga membuat seseorang bunuh diri karena mental yang tidak kuat untuk dihujat, membuat postingan yang mengadu domba dan memecah belah suatu pihak hingga menyebarkan berita yang sama sekali tidak benar adanya lalu menyebar luas dan dipercayai orang-orang tanpa mencoba mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.


Tanpa kita sadari pengaruh media sosial yang sangat besar pada kehidupan kita telah membawa sebuah pergeseran pada  standar pola hidup kita sendiri, kita mendoktrin pikiran kita untuk percaya pada standar yang malah menghancurkan kehidupan kita seperti percaya pada orang-orang yang berwajah good looking lebih mudah terkenal, dibanding ia yang berkarya dengan maksimal, hingga mencoba untuk tampil sekeren mungkin tanpa peduli isi dompet yang semakin kering, kini orang-orang berlomba untuk tampil sebaik mungkin, mencoba mengikuti standar orang lain agar terlihat luar biasa, membandingkan dirinya yang dirasa menyedihkan dengan ia yang lebih baik keadaannya hanya untuk mencari perhatian, hingga menghalalkan segala cara hanya untuk mendapat endorse semata. Sebenarnya tidak ada masalah sama sekali dengan apa yang ku tulis tadi, hanya saja aku ingin kita bisa lebih menghargai diri kita sendiri, menjadi apa adanya tanpa harus mengikuti standar orang lain, menjadi orang yang tidak dikenal di dunia maya bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa di dunia nyata bukan ? 


Media sosial harusnya menjadi tempat untuk kita berkarya, saling bersaing bukan berarti harus menjatuhkan, saling membandingkan bukan berarti harus insecure dan menyimpulkan siapa yang menjadi paling diantara lainnya. media sosial harusnya menjadi tempat melepas rindu dengan ia yang jauh dan sulit untuk kita jumpai, sebagai tempat untuk saling berbagi kebaikan bukan saling membuka keburukan, untuk saling memotivasi bukan menyebar iri, saling merangkul bukan saling memukul.


No comments:

Powered by Blogger.