Menerka Gusar Hujan
" Setidaknya saat itu, kaulah yang terhangat "
Apa kau sudah lupa tentang ratusan kata-kata yang selalu aku kirimkan menjelang malam ?
Setiap kata-kata yang semoga saja membuatmu dapat tertidur tenang dan selalu percaya bahwa malam tak menakutkan seperti kebanyakan kata orang.
Apa kau sudah lupa tentang ratusan kata-kata yang selalu aku ucapkan menjelang pagi ?
Setiap kata-kata yang semoga saja dapat membuatmu lebih percaya diri dan mengetahui ; bahwa kau tak pernah sendirian, ada aku dan banyak orang menyayangimu yang selalu mengingat dan mendoakanmu di kejauhan
Aku tak penah tahu apakah kau sudah benar-benar lupa atau belum. Tapi jika kau bertanya padaku tentu saja aku belum bisa melupakan semudah itu. Aku adalah ahlinya merawat dan kau adalah ahlinya dalam mengisi ruang ingat yang seharusnya sudah lewat.
Dan disini senja mungkin takkan datang dengan ceria, jauh sebelum seharusnya ia datang, hujan sudah lebih dulu menyapa manusia-manusia dibumi dan aku sendiri yang sedang kehilangan jaket terhangatnya.
Hujan dan kesendirian nyatanya selalu bisa membawaku pada waktu-waktu yang telah berlalu, tentang hal baik dan buruk yang ternyata bisa aku lalui walau sendiri dan pada akhirnya diri sendirilah yang harus mengerti dan memahami bahwa semua yang telah dan akan terjadi dalam kehidupan akan terus berganti dan tak pasti
Dan hari ini, hujan berhasil menyerang dan menyadarkanku, bahwa mengikhlaskanmu seharusnya aku mampu.
“ Hujan adalah perwakilan tersembunyi dari air mata dan aku adalah genangan yang siap menerima setiap jatuhnya hingga reda “
Apa kau sudah lupa tentang ratusan kata-kata yang selalu aku ucapkan menjelang pagi ?
Setiap kata-kata yang semoga saja dapat membuatmu lebih percaya diri dan mengetahui ; bahwa kau tak pernah sendirian, ada aku dan banyak orang menyayangimu yang selalu mengingat dan mendoakanmu di kejauhan
Aku tak penah tahu apakah kau sudah benar-benar lupa atau belum. Tapi jika kau bertanya padaku tentu saja aku belum bisa melupakan semudah itu. Aku adalah ahlinya merawat dan kau adalah ahlinya dalam mengisi ruang ingat yang seharusnya sudah lewat.
Dan disini senja mungkin takkan datang dengan ceria, jauh sebelum seharusnya ia datang, hujan sudah lebih dulu menyapa manusia-manusia dibumi dan aku sendiri yang sedang kehilangan jaket terhangatnya.
Hujan dan kesendirian nyatanya selalu bisa membawaku pada waktu-waktu yang telah berlalu, tentang hal baik dan buruk yang ternyata bisa aku lalui walau sendiri dan pada akhirnya diri sendirilah yang harus mengerti dan memahami bahwa semua yang telah dan akan terjadi dalam kehidupan akan terus berganti dan tak pasti
Dan hari ini, hujan berhasil menyerang dan menyadarkanku, bahwa mengikhlaskanmu seharusnya aku mampu.
“ Hujan adalah perwakilan tersembunyi dari air mata dan aku adalah genangan yang siap menerima setiap jatuhnya hingga reda “
Menerka Gusar Hujan
Reviewed by yanzzszz
on
March 30, 2022
Rating: 5

