Setelah Berjumpa Denganmu

Aku menemukanmu diantara tulisan-tulisan bersajak, ketika hatimu ingin kupijak, saat jantungku berdetak dengan cepat. semesta mempertemukanku denganmu ketika semua terlihat retak, detik yang terus menggerutu diiringi rindu yang masih berseteru kepada ia yang telah berlalu, kamu hadir diantaranya, seakan menjadi obat pelebur lara semestaku.


Kita bertemu dengan caranya yang tak biasa, diantara kesederhanaannya ada rumit setelahnya, ada sesuatu yang tumbuh diam-diam, dia tak berisik tapi terus berusik menelisik mencari sang pemilik.


Semestaku gelap sebelum hadirmu yang senantiasa memberikan cahaya, kamu menjelma sudut ruang yang aku cari setelah sekian lama, pintumu masih tertutup tapi cahayamu mampu menebus berbagai ruang bahkan hingga inti penting dari diriku.


Dan kini kamu hadir, diantara pikiranku yang semakin berantakan, juga perasaanku yang semakin tak  terarahkan memikirkan pertemuan denganmu yang mengesankan. Pertanyaan-pertanyaan di tengah malam yang berkeliaran ; tentang bintang-bintang yang masih malu untuk benderang, tentang tatapan matamu yang masih terkenang hingga sekarang juga tentang air mineral yang kemarin kamu berikan kini berhasil membasuh setiap inti dari perasaan.


Entah apa yang terkandung di dalamnya, tapi sungguh aku tak peduli, yang aku tahu saat ini adalah aku mulai terbiasa melibatkanmu dalam segala hal.


Dalam detik menuju lelap ada bayangan matamu yang ingin kutatap, dalam detik menuju terjaga ada mimpi indah tentangmu sebelumnya. Bayangan tentangmu selalu hadir tak tau tempat, dimana saja bahkan ketika seharusnya kamu tak lewat.


Cinta bisa hadir dimana saja, kapan saja bahkan bisa melibatkan siapa saja walau keadaanya tak kunjung sama. Sama seperti aku dan dia, cinta sudah datang walau informasi tentang dirinya tak kunjung terang, cinta sudah tumbuh walau mengetahui kesukaannya saja aku belum mampu, cinta hadirkan harap saat aku tak tau kemana kamu akan menghadap, apakah akan menghadap ke arahku untuk kembali bertemu atau pergi untuk meninggalkan seribu tanya yang menggebu.


Doa sudah dipanjatkan, perjumpaan denganmu telah aku selipkan sebagai cerita yang ingin aku ulangi di waktu yang kesekian.


No comments:

Powered by Blogger.