Roda ini juga berputar untuk meninggalkanmu
“ Seperti bumi yang berputar ke arahmu,
Roda ini juga berputar untuk meninggalkanmu “
Roda ban melaju melalui aspal yang tak sempat kita lewati berdua.
Aku tak lagi bersuara, hening seperti saat kau memilih pergi dengan dia
yang beratapkan baja.
Motorku adalah saksi yang kini telah lama mati, katanya ia tak mau lagi berjalan
tanpa kehadiranmu diatasnya, lantas aku harus bagaimana ?
Di atas motorku kau mungkin akan kedinginan, tapi kau sudah lama tahu
bahwa sebuah percakapan selalu menjadi kehangatan dalam sebuah perjalanan
bahkan kau bisa memelukku kapan saja jika kau mau.
Bersama motorku kau mungkin akan kepanasan, tapi kau sudah lama tahu
bahwa perasaan kita lebih hangat daripada api unggun yang membara pada malam-
malam yang sunyi sepi, lebih panas daripada matahari yang menghangatkan seisi bumi.
Bersamaku dan kendaraan yang (Pernah) mengantarkan kita bertualang, kini aku pamit
Pulang dan lekas menghilang dalam kehidupanmu yang kini kian berbintang, biarlah motor tua ini
Berjalan dengan sisa-sisa penyesalan yang kau sebabkan.


No comments: