Hujan Januari

Doa-doa itu di hidangkan

Di meja makan keluarga

Menyebutkan satu-satu nama

Yang semoga saja semua terjaga


Pukul enam hanyalah cerita

Tentang senandung merdu yang menggema

Tentang senja januari yang tak semua bisa rasa


Menudukan kepala

Mengheningkan cipta

Menengadahkan rasa

Melangitkan asa


Raga, rasa, doa

Hilang sebagian

Menjadi pesan

Meninggalkan kesan


Untuk semua

Yang tak kunjung usai

Untuk semua kusut

Yang belum terurai


Hujan-hujan itu diturunkan

Dari langit-langit membasahi pipi

Mengawali hari-hari

Di hujan januari


No comments:

Powered by Blogger.