Puspas
Terimakasih karena pernah hadir, meski akhirnya menyisakkan getir.
perpisahan tanpa selamat tinggal telah membuka-kan pintunya sendiri
untuk kita berjalan pada zona waktunya masing-masing.
Pada waktumu kelak , kamu akan bahagia.
dan tentu saja aku takkan mampu menjadi alasannya.
Kita hidup pada tempat yang sama, pada bumi yang sama
hanya cara menikmatinya saja yang berbeda
kelak menjadi asing adalah sebuah keharusan, sebab kita takkan
lagi berjalan beriringan.
Pernah dicintaimu adalah sebuah anugerah
tak pernah disangka, mampu memberi warna pada abu-abunya hidup
Aku yang redup sempat menjadi terang kembali.
karena segala kasih dan sayang yang kamu berikan berhasil memeluk
ragaku yang kedinginan.
Terimakasih.
Mencintaimu itu mudah (Seharusnya)
sebab kamu layak dicintai
Hanya saja sikapku seringkali membuat semuanya terlihat susah
Sebab bagi mereka yang terbiasa sendiri
di cintai dan mencintai tidak pernah
sesederhana ini.
Ada kerumitan yang selalu di tuai
ada ruang kosong yang tak pernah mengizinkan dirinya
untuk di isi, bahkan oleh dirimu.
Di ruang kosong itu, hanya ada aku sendirian, yang mungkin kelak akan menyadari dua hal :
melewatkanmu dengan penyesalan atau bersamamu namun penuh dengan kekhawatiran


No comments: