Merah Membiru

Di tengah malam menuju pagi yang kesekian
Netra mengungkapkan dialog nestapa
Lisan terbungkam lirih kepada yang Maha Kuasa
Lengan menengadah menunjuk jam dinding pukul dua

Mari leburkan diri pada keheningan
Biarkan terlukis jelas perdebatan diri para insan
Perlawan-perlawan yang memerah senja
Syahdu-syahdu yang tak keliru ikut membiru

Hingga pagi tiba dikumandangkan
Dengan bias terompet sangkala di ufuk timur
Alam raya takkan berseteru
Jika bukan kita yang terlampau mengadu

Gelorakan suara parau tergaris perdamaian
Akrabkan diri pada keangkuhan ego sendiri
Hilangkan ramai juga agar tertampak sepi
Percaya kelak akan tercipta dunia tanpa api
Manusia tanpa kepala domba
Semesta bersahaja bersama damainya jiwa

Terbit menuju mulut dari arah timur
Terbenam di pelataran senja dari arah barat
Perbedaan arah hadirkan dunia yang amat lengkap
Teguk gelas untuk kita saling berjabat erat

Lembayung ungu kini menjadi pelukis langit
Bukti bersatunya merah dan biru terukir pahit
Merah membiru, Manusia-manusia bersatu
Biru membiru, Semua tahu itu harus berlaku

No comments:

Powered by Blogger.