Malam Ini Kita Berlayar Lagi
Setiap orang memang tidak berlayar dengan perahu yang sama, tapi mereka sama seperti kita, mereka berlayar dengan ketakutannya masing-masing; ada yang takut dengan badai setelah melewati setengah perjalanan, ada yang takut dengan hujan deras karena terbiasa dengan gemercik gerimis, ada juga yang takut dengan laut tenang sebab ia percaya dengan badai hebat yang akan datang sebentar lagi.
Kamu dengan perahu kecilmu, ingin berlayar ke berbagai laut katanya. Tapi untuk melewati danau saja perahumu berkali-kali hampir tenggelam.
Tapi sekali lagi, tidak ada yang salah dari bermimpi.
Aku mengerti bagaimana cara orang dewasa di zaman dahulu merangkai mimpi, kamu hanya perlu menulisnya diselembar kertas kemudian menempelkannya pada sebuah dinding yang mudah untuk dilihat atau bahkan dibuang dengan sembarang, setelah itu kamu hanya perlu merasa bahwa langkah kakimu akan menemukan jalan yang membawamu kesana.
Sayangnya waktu seakan melaju melebihi kecepatanmu dan membiarkanmu berdiri dengan perahu kecilmu diantara luas laut yang menyeramkan, kamu mungkin pandai dalam membaca arah angin, tapi tak akan pernah ada yang tahu perihal apa yang bisa terjadi di sepanjang perjalanannya nanti.
Mungkin ombak akan berdentum dengan keras, lalu membawamu pada bagian laut yang paling dasar atau kamu sendiri yang akan sengaja menenggelamkan dirimu dan menghilang tanpa kabar?
Tapi sekali lagi, tidak ada yang salah dari rasa takut.
Dan untuk malam-malam yang hening namun berisik di kepalamu, hujan-hujan deras yang juga membasah dikedua tirai matamu, badai-badai yang memporak-porandakan hatimu, yang menjadikan perahumu sulit untuk berlayar.
Tak perlu khawatir, mari kita kemas ketakutan-ketakutan itu dengan kemasan yang paling rapi biarkan ia turut serta dalam perjalanan ini, hingga suatu hari nanti ia menjadikan perahu mu berlayar tak seimbang dan terombang-ambing, maka jadilah seseorang yang berani untuk membiarkan ia melepaskan dirinya sendiri, lalu biarkan juga ketakutan- ketakutan yang baru menghampiri, sebab bukankah ketakutan itu seperti doa yang panjang dan tak pernah usai?
Dan aku akan berdoa untukmu.
Mungkin tak sedalam laut, tapi sepanjang usia.
Ini sudah pukul dua, jadi mari berkemas sebab malam ini kita akan berlayar lagi.
Dan aku akan bersamamu, diperjalanan kali ini.

