Senin Pagi di Kota Yang Sepi





Pagi telah tiba bersama matahari yang terbangun dari peraduannya, diiringi alarm yang selalu mencari telinga-telinga manusia agar didengarkan. Kini aku sedikit lebih merdeka dari alarm, karena ia masih tertidur pulas sedangkan aku sudah terbangun dan siap bergegas.

Berolahraga pagi kini seakan menjadi rutinitas baru untuk aku yang pemalas, pergi menuju taman ditemani sepeda yang tersimpan di halaman tentunya menjadi sebuah pilihan untuk aku yang juga ingin jalan-jalan di sekitar rumah yang sudah lama sekali tidak aku perhatikan.

Melewati gang kecil dan sedikit rintangan dengan bebatuan kecil yang berserakan dimana saja bahkan hingga bagian terpenting untuk pejalan.

Aku menghela napas dan cukup kaget ketika kulihat lingkungan sekitarku ternyata sudah bertumbuh dengan pesat, lapangan-lapangan yang dulu sering digunakan untuk masyarakat setempat kini satu persatu berubah menjadi rumah-rumah yang padat.

Aku masih ingat sekali betapa banyak waktu yang pernah kuhabiskan di lapangan ini, bermain bola bersama teman-teman selepas pulang dari pengajian, pertandingan sengit nan panjang bahkan hingga adzan maghrib yang menjadi peluit tanda berakhirnya permainan, bermain layang-layang, sering juga bermain kelereng hingga mengganggu teman perempuan yang sedang bermain masak-masakan. tentunya saat itu hal-hal menyenangkan tersebut selalu menjadi rutinitas yang tak boleh dilewatkan.

Ahh banyak sekali kenangan manis dan pahit yang terjadi di tempat ini, mungkin lapangan ini terlihat biasa saja, hanya lapangan kosong yang tak lagi berguna, namun pada masanyalah aku dan teman-temanku pernah mengisi tempat biasa ini dengan berbagai kesenangan yang kini sudah berubah menjadi kenangan yang takkan mungkin dilupakan.

Kini tempat ini telah jauh berubah dan orang-orang yang pernah menjadikan tempat ini bernyawa, hilang satu persatu untuk saling mencapai cita-cita yang ingin dituju.

Kenangan...

Kenangan terlihat begitu indah ketika kita memandangnya dengan perspektif yang tidak menyakitkan, setiap hal baiknya akan membuat kita tertawa dan setiap hal buruknya akan mengantarkan diri menuju pribadi yang lebih dewasa.

Kita yang berdiri di hari ini adalah sekumpulan kenangan di masa lalu, bahkan satu detik di jam pun akan menjadi kenangan setelah ia bergerak maju.

Kenangan selalu bermaksud baik walaupun caranya terkadang buruk

Kenangan di campakkan oleh teman membuat kita lebih bisa menghargai orang lain, kenangan di tolak oleh orang yang kita cintai membuat kita bisa mengikhlaskan dan menerima bahwa setiap perasaan memang harus diperjuangkan tapi tidak bisa dipaksakan. kenangan gagal saat mencoba sesuatu membuat kita bisa lebih belajar dan mengetahui apa yang masih kurang dari usaha kita.

Kenangan berkolase menjadi diri kita yang sekarang, sebahagia dan sesakit apapun kenangan yang kita miliki seharusnya tak merubah apa yang kita genggam hari ini. kita tidak bisa kembali apalagi tinggal disana, itu bukan tempat yang baik untuk kita huni kembali.

Hidup akan selalu menemukan titik dimana kita harus memilih mau atau tidak mau, suka atau tidak suka dan segelap apapun kenangannya, masa depan yang cerah akan selalu bisa diusahakan selama kita masih mau terus berjalan kedepan.

Aku lupa bahwa ini adalah hari senin dan masih pagi. Kota juga masih seperti biasanya, sepi.

Selain itu aku juga merasa terlalu dini untuk membicarakan banyak kenangan di hari ini, sampa jumpa lagi di hari lain.

No comments:

Powered by Blogger.