Revolusi Diri




Pernahkah kau terbangun di pagi hari yang sangat sepi, lalu mencoba keluar dari rumah yang menjerat langkahmu itu, menatap langit yang masih gelap dan tidak melihat manusia-manusia yang masih terlelap, menghirup udara yang masih segar dan juga dingin, lalu melangitkan doa dan ingin.

Gelap kini mengundang harap agar manusia tak lagi lelap dan kembali bergerak.

Senang sekali rasa nya masih bisa hidup juga menghirup udara dan bernapas walau masalah demi masalah terus menerpa tanpa lepas


/1/


Aku pernah berpikir bahwa kehidupan yang diisi dengan bangun siang, bermain game terus-terusan, tidak beraktivitas seharian dan bermacam-macam kehidupan yang tidak perlu memikirkan betapa rumitnya menjadi manusia yang harus bekerja adalah kehidupan yang menyenangkan, aku bahkan pernah berdoa seperti itu pada Tuhan, dan terkabul di hari kemudian, bukan aku saja tapi hampir semua manusia di dunia merasakannya. Aktivitas yang tak biasa, rencana-rencana yang akhirnya harus tertunda, dompet yang mulai kering isinya kini menjadi pikiran rutin di kepala, kembali seperti kata ku tadi, nyatanya kehidupan yang aku inginkan sebelumnya lambat laun menjadi sangat hambar rasanya ketika semua itu terjadi, mungkin ini adalah semacam teguran untuk aku dan kita semua, yang seringkali terlalu membandingkan kehidupan orang lain dengan kehidupan kita sendiri yang kita rasa menyedihkan dan melelahkan.


/2/

Selalu merasa iri terhadap pencapaian orang lain hingga kita sendiri lupa untuk bergerak dan termotivasi, iri terhadap mereka yang memiliki hubungan romantis dengan pasangannya hingga kita sendiri lupa untuk peduli setidaknya terhadap diri sendiri, lupa untuk bersyukur dengan kehidupan yang masih diberikan waktu hingga saat ini.


/3/

Barangkali otak kita sudah terisi dengan sebuah gagasan bahwa hidup yang baik dan akan di terima oleh semesta adalah ketika hidup kita seragam dengan standar orang lain, orang-orang berlomba untuk merapihkan feed sekeren mungkin, menjadi trend di media sosial hingga banyak sekali yang mengikutinya agar dianggap ada dan terlihat wah, sebenarnya tidak ada masalah sama sekali dengan itu, hanya saja di zaman sekarang banyak sekali orang-orang yang memaksakan diri untuk mencapai standar tersebut. Kita senang sekali mengikuti trend yang kata nya keren, namun tetap saja akan menjadi alay di hari kemudian, bagus jika trend itu positif tapi jika negatif dan sedikit kebermanfaatan nya untuk apa diikuti ?


/4/

Jadi, mari kita hentikan sejenak aktivitas-aktivitas yang hanya akan mendekatkan diri kita pada perasaaan yang terus merasa kurang tanpa menimbang apa yang telah datang.

Mari leburkan diri pada dinginnya suasana pagi, sembari menengadahkan tangan dan berdoa, bahwa kau dan aku akan selalu mencintai dan menghargai diri kita sendiri bagaimanapun keadaanya.

“ Lupakan standar-standar yang ada, biarkan semesta menerima dirimu apa adanya, memang sulit tapi mari kita mencoba “

No comments:

Powered by Blogger.